[Book Review] Then & Now (Dulu & Sekarang) – Arleen A

“Kata orang, cinta tidak mengenal apa pun. Tidak tempat, tidak juga waktu.”

 

 

Penulis: Arleen A

Judul: Then & Now (Dulu & Sekarang)

Editor: Dini Novita Sari

Tebal: 344 Halaman

Tahun terbit: 2017

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

 

Sinopsis:

Ruita
Gadis dari suku telinga pendek. Ia tidak menyukai suku telinga panjang, apalagi kalau harus bekerja pada mereka. Tapi lalu ia melihat mata itu, mata seorang lelaki suku telinga panjang yang sorotnya seolah dapat melihat kedalaman hati Ruita.

Atamu
Ia tidak pernah menyangka akan jatuh hati pada gadis dari suku lain yang lebih rendah derajatnya. Tapi apalah arti kekuatan lelkau berusia enam musim panas bila dihadapkan pada akhir yang lama tertulis sebelum dunia diciptakan?

Rosetta
Ia punya segalanya, termasuk kekasih yang sempurna. Tapi ketika dilamar, ia menolak tanpa tahu alasannya. Ia hanya tahu hatinya menantikan orang lain, seseorang yang belum dikenalnya.

Andrew
Ia hanya punya enam bulan untuk mencari calon istri, tapi ia tak tahu dari mana harus memulai sampai ia melihat seorang gadis berambut merah. Dan begitu saja, ia tahu ia akan melakukan apa pun untuk mendapatkan gadis itu.

Ini kisah cinta biasa: tentang dua pasang kekasih yang harus berjuang demi cinta. Namun, bukankah tidak pernah ada kisah cinta yang biasa?

Continue reading

[Book Review] Love O2O – Gu Man

 

Judul: Love O2O

Penulis: Gu Man

Label: M-Novel

Tahun terbit: 2017

Tebal: 434 halaman

Penerbit: Penerbit Haru

ISBN: 9786026383136

 

Semuanya dimulai dari permintaan cerai dari suami virtual Bei Wei Wei di sebuah game online dunia persilatan. Bagi cewek ini, pernikahan di game online, adalah sebuah permainan tidak nyata. Jadi, meski permintaan cerai itu mengejutkan, Wei Wei tidak ambil pusing.

Sialnya para pemain lain mengira Wei Wei dimakan api cemburu saat melihat mantan suaminya menikahi Xiao Yu Yao Yao-cewek tercantik di game online. Pasalnya, tiba-tiba karakter Wei Wei di game tersebut ‘menyerang’ pesta pernikahan mantan suaminya.

Saat Wei Wei kebingungan, Yi Xiao Nai He, pemain berlevel tinggi yang dijuluki ’dewa’, tiba-tiba meminta Wei Wei menikahinya.

Semuanya ini hanya permainan, tapi mengapa Wei Wei merasakan sesuatu yang berbeda?

Continue reading

[Book Review] Reply 1997 – Lee Woo Jung

 

Judul: Reply 1997

Penulis: Lee Woo Jung

Penerjemah: Lingliana

Tebal: 360 halaman

Tahun terbit: 2017

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

 

Usia ketika kita semua bisa jatuh cinta. Usia ketika kita meributkan hal-hal sepele. Kata orang dewasa, pada usia itu kita bisa tertawa lepas tanpa beban. Tapi sesungguhnya bagi kita, masa itu adalah masa-masa yang serius, penting, dan penuh gejolak. Tahun 1997. Tahun ketika usia kita delapan belas tahun. Inilah kisah penuh nostalgia sekelompok sahabat menjelang akhir abad-20 di Busan… Kisah tentang persahabatan… Juga tentang cinta pertama.

Continue reading

[Book Review] Ayam Bakar Bertelur – Amal Tanana

 

Judul: Ayam Bakar Bertelur

Penulis: Amal Tanana

Tahun terbit: April, 2017

Penerbit: Noura Books Publishing

ISBN: 9786023852949

 

Pletakk!! Tiba-tiba sebuah batu melayang dari arah hadirin tepat mengenai sorban sang guru. Darah segar mengucur dari kepalanya. Majelis pun gaduh, semua mata tertuju ke arah pelempar batu: Bahlul! Murid-murid pun riuh menunjuk marah ke arahnya. Namun Bahlul tetap tenang menghadapi mereka.

Begitulah, Bahlul selalu tenang menghadapi masalah. Anggapan gila orang-orang kepadanya membuat dia selamat dari jangkauan hukum. Dan itulah memang tujuannya berpura-pura gila, agar dapat mengritik penguasa zalim pada masa itu, demi membantu orang-orang tertindas tanpa rasa takut.

Buku ini berisi kisah Bahlul yang kocak sekaligus penuh hikmah dan kearifan. Penguasaannya terhadap masalah yang dihadapi serta kebijaksanaannya, menghasilkan cara unik dalam menyelesaikan masalah, seperti kisah Batu Akidah yang dikutip di atas. Nikmati pula kisah menarik lain yang mengusik logika dan perspektif kita dalam memandang masalah.

Continue reading

[Book Review] A Man Called Ove – Fredrick Backman

 

Judul: A MAn Called Ove

Penulis: Fredrick Backman

Penerjemah: Ingrid Nimpoeno

Tebal: 440 halaman

Tahun terbit: 2016

Penerbit: Noura Books

 

Sebelum terlibat lebih jauh dengannya, biar kuberi tahu. Lelaki bernama Ove ini mungkin bukan tipemu.

Ove bukan tipe lelaki yang menuliskan puisi atau lagu cinta saat kencan pertama. Dia juga bukan tetangga yang akan menyambutmu di depan pagar sambil tersenyum hangat. Dia lelaki antisosial dan tidak mudah percaya kepada siapa pun.

Seumur hidup, yang dipercayainya hanya Sonja yang cantik, mencintai buku-buku, dan menyukai kejujuran Ove. Orang melihat Ove sebagai lelaki hitam-putih, sedangkan Sonja penuh warna.

Tak pernah ada yang menanyakan kehidupan Ove sebelum bertemu Sonja. Namun bila ada, dia akan menjawab bahwa dia tidak hidup. Sebab, di dunia ini yang bisa dicintainya hanya tiga hal: kebenaran, mobil Saab, dan Sonja.

Lalu … masih inginkah kau mengenal lelaki bernama Ove ini?

Continue reading

[Review] Oon in Action – Aniqotuz Zahro

 

Judul: Oon in Action

Penulis: Aniqotuz Zahro

Tebal: 304 halaman

Tahun terbit: 2017

Penerbit: Penerbit Ikon

 

Dia cinta pertamaku. Dia cinta masa kecilku.

Dia cinta gilaku. Dia kedipan mataku.

Dia cinta monyetku. Dan dia adalah cintaku selamanya. Dia dulu dekat, tapi selalu menjauh. Kini dia dekat, tapi terasa jauh.

Dulu dia tampan, sekarang dia jauh lebih tampan. Dulu dia songong, sekarang dia semakin songong. Dulu dia menolakku, sekarang pun juga. Dulu aku tidak pernah menyerah untuk mendekatinya, sekarang pun sama.

Menjinakkannya itu lebih susah daripada menjinakkan singa yang mengamuk.

Tapi aku tidak akan pernah menyerah.

Itu…

Dia… .

***

“Kak Melvin lucu deh!” Aku terus mengejarnya.

Dia pun mulai ketakutan

Continue reading

[Review] Raelia – Moemoe Rizal

 

Judul: Raelia

Penulis: Moemoe Rizal

Editor: Diha dan Irawati Subrata

Tebal buku: 236 halaman

Tahun terbit: Februari, 2017

Penerbit: Pastel Books

ISBN: 978-602-0851-75-4

 

Merah itu warna darah, warna nilai rapor yang di bawah KKM, warna api yang membakar, warna yang nyuruh berhenti di setopan jalan, warna yang ngelarang orang-orang melakukan ini itu, dan bikin sakit mata kalau dilihat terus-terusan.

Bottomline, I hate red. Coba sebutkan satu alasan kenapa kita enggak harus benci warna merah? “Merah itu warna yang berani. Warna yang … romantis.” Itu yang dibilang Chris, cowok yang kutemui di Berry-Tasty. Tapi dia punya problem dengan kejiwaan. Misi utamanya ingin bunuh diri. Jadi, pendapat dia enggak valid. “Gue sih sukanya turquoise.” Nah, kalau ini Adam yang ngomong. Enggak nyambung sama topik yang sedang kubahas, tapi pendapatnya perlu kumasukkan. Karena, dia banyak banget bantu aku selama menjadi jurnalis di majalah anak SMA se-Bandung, Periwinkle. Keduanya penting. They both are sooo kind and helpful and cute and Aku suka dua-duanya. Serius.

The problem is ini lebih parah dibandingkan aku melihat warna merah di depan mukaku. Chris adalah cowok tajir, berprestasi, perhatian, tapi bersikeras untuk mati. Sementara Adam banyak fans, botak, lucu, tapi punya banyak utang. Aku harus pilih mana? Yang umurnya pendek atau yang jatuh miskin?

  Continue reading